Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2015

DARI BALIK SEBUAH LENSA : KIMag#2 SDN SUKOMORO I - ITS AMAZING AND MAKES MY HEART SING -

Secara resmi saya berkenalan dengan kelas inspirasi pada tahun 2014, ketika ada seorang teman yang tergabung menjadi tim pengajar pada sebuah kelas inspirasi. Setelah meng kepo in, apa itu kelas inspirasi, dan tau untuk apa dan bagaimana kegiatan ini berlangsung, maka dari lubuk hati saya yang terdalam saya memutuskan someday saya harus gabung di kegiatan kece ini. Alasannya simple, bagi saya tujuan dari kegiatan ini adalah tentang berbagi. BERBAGI HARAPAN.  Yeah absolutely, harapan adalah sesuatu yang masih bisa menjadi nafas terakhir bahkan dalam keadaan seburuk apapun. Berbagi harapan pada anak-anak, biarkan mereka terbang tinggi dengan cita-cita mereka.. wow keren juga yak. Saya adalah tipe orang yang percaya bahwa impian atau cita-cita adalah sesuatu yang harus dimiliki. Bercita-citalah setinggi mungkin, karena itu gratis, coy… Tuhan tak pernah membatasi cita-cita manusia kan J. Oke singkat cerita, pada suatu hari di bulan Januari 2015 (saya inget itu ketika sedang prepare buat seminar proposal J), dapat kabar ada bukaan KI Magetan dan KI Yogyakarta. Sempat rada mengabaikan informasi itu (ada sesuatu yang masih diurus soalnya… sok sibuk :p).. akan tetapi jodoh emang gak kemana, dengan berbagai kebetulan akirnya di februari dapat juga kesempatan buat daftar KI Magetan… dan amazingnya ada posisi untuk fotografer (ternyata jiwa tukang poto2 saya lebih gede daripada jiwa ngajar).
            Mengapa memilih Magetan padahal ada Yogyakarta (asli waktu daftara Yogyakarta saya kelewatan, dan hari H pas di Yogyakarta, ternyata kebetulan ada hal lain yang harus dilakukan) dan kenapa Magetan, saya belum pernah ke Magetan. Padahal semenjak S1 di Solo, udah sering denger Magetan tapi belum pernah kesana, yach penasaran kaya apa c Magetan itu.. heheheh. Mengapa pada akhirnya memilih fotografer, yach itu tadi jiwa saya lebih terpanggil untuk foto2 (padahal asli fotografer amatiran, yang selama ini lebih suka foto buat kesenengan pribadi… tapi setidaknya ada kamera hahaha #gakpenting #abaikan). Dan pada akhirnya resmi lah saya resmi keterima jadi relawan fotografer buat KI Magetan#2 (asli bersyukur banget buat kesempatannya… mengingat saya ini masi amatiran banget). Asli pada awalnya sempat ragu buat berangkat ke Magetan, karena ketika dapat panggilan lolos relawan saya sendiri masih berjibaku dengan lapangan (nyebar data, dan waktu itu masih jauh dari target… pengumuman tanggal 20-an dan asli saya masi bolak-balik ke lapangan).. tapi syukurlah, mengingat niat awal, misi apa yang ingin saya emban dalam kegiatan ini plus saya lagi butuh alasan yang tepat buat jalan-jalan #eh maka dengan niat sepenuh hati, tanggal 28 dinihari saya terbang ke Magetan and I did it.
            Relawan fotografer…. Bagaimanapun tanpa fotografer kegiatan KI Magetan #2 bagai sayur tanpa garam. Di tangan orang-orang seperti kita ini, seluruh prosesi kegiatan dapat terdokumentasikan dengan baik. Bagi fotografer, mampu merekam kepolosan anak-anak SD adalah sesuatu hal yang luar biasa. Memotret ketika mereka tertawa, ketika mereka bersemangat tentang sesuatu dan memotret ketika mereka mengatakan apa cita-cita mereka… itu sungguh kebahagiaan luar biasa.
            Pada KI Magetan #2 ini saya tergabung di rombel 5, SDN Sukomoro 2 (rombel paling kece hahahahaha), bersama shelvy, bu ajeng, bayu, mba yesha dan korie. Kesan pertama ketika survey pada 28 Maret 2015 adalah, menyadari kalo saya ketika SD lebih-lebih beruntung. Bagaimana tidak SDN Sukomoro 2 ini terletak tepat di tengah2 kebun (kasarnya : hutan). Kanan kiri kebun dan jauh dari pemukiman serta jumlah murid SD nya total 35 siswa (serius.. ini SD laskar pelangi beneran ni).
           
 


Gambar : skuad fasilitator dan relawan rombel 5 SDN Sukomoro 2
(dokumentasi pribadi)

            Pada hari H, 30 Maret 2015… tepat jam 06.15 barengan shelvy berangkat lah kita dari basecamp menuju SDN Sukomoro 2. Tepat jam 07 kurang sampai lah kita di SD, dan masih bisa melihat anak2, bergotong royong membersihkan sekolah. Tepat jam 07.00 upacara dimulai dan asli saya speechless. Hanya ada barisan upacara, yang sebaris itu dan tidak ada kolom. Asli, nahan haru beneran, tapi kerennya di tengah keterbatasan itu, anak2 masih semangat ikut upacara dan berdiri tegak dalam barisan dan tidak ada siswa yang berbicara atau gojek ketika prosesi upacara berlangsung (beda ma pas jaman SD ku dulu yang suka nyuri2 waktu buat ngobrol ma teman ketika upacara… heheheheh).



   



Gambar : Prosesi upacara bendera di SDN Sukomoro 2
(sumber : Dokumentasi pribadi)

            Rangkaian acara KI berlangsung dengan ice breaking, yang diisi oleh shelvy. Ice breaking ini bertujuan, sebagai pemanasan sebelum anak-anak masuk ke kelas inspirasi dan bertujuan dari 35 anak itu minus kelas 6 (9 orang) yang sedang mengikuti try out untuk dibagi menjadi dua kelas. Ice breaking diakiri dengan pemasangan mahkota cita-cita, dimana setiap anak akan ditulis apa cita-cita mereka di mahkota tersebut. Kerennya di SDN Sukomoro 2 adalah ada satu anak kecil, kelas 1 SD, bernama elisa, dia dengan tegas langsung berkata bahwa cita-cita nya adalah presiden (yupz, elisa ini yang pertama kali mengacungkan tangan lho… super sekali ni anak… dan remember the name.. ELISA.. yakin bahwa suatu hari dia will did it). Kerennya siswa-siswa SDN Sukomoro 2, cita-cita mereka gokil euy, ada yang jadi tentara, polisi, guru, dokter, pekerja kantoran, dan ada yang mo jadi pemberantas kejahatan (eh pemberantas NARKOBA)… pemberantas kejahatan..ya kali ultraman dunk hihihihihi…  
                    
 
Sumber : Dokumentasi pribadi
            Rangkaian acara berikutnya adalah, masuk kelas dipandu dua pengajar kita mba yesha dan mba korie.. anak2 tampak sangat antusias mengikuti kelas inspirasi.
Puncak acara yaitu stempel tangan, disini gak hanya siswa-siswa SD, tapi juga kakak fasilitator + relawan plus ibu-ibu guru kita menyempatkan diri untuk stempel tangan. Harapannya apa yang mereka cita-citakan hari ini akan terus tertanama dalam ingatan dan hati adik-adik kita. Karena sesungguhnya kita hari ini adalah cerminan dari apa yang kita tulis 5 atau 10 tahun yang lalu. Logikanya bener c, karena jika kita mencita-cita kan sesuatu dan kita tulis dan kita pegang, Insya Allah akan terbuka jalannya asal kita konsisten dan mau berjuang, akan ada jalan, there is a will, there is a way.

Gambar : stempel tangan
Sumber : dokumentasi pribadi

30 Maret 2015, kita hanya bisa membantu adik-adik dengan menemukan apa yang hendak mereka raih ke depannya. Jalan ke depan memang bukan jalan yang mudah dan cenderung berliku, berkelok, atau mendaki. Satu hal yang harus diyakini, ketika adik-adik kita ini konsisten memegang apa yang mereka cita-citakan, maka peta akan terbuka, jalan akan dimudahkan dan pada suatu hari, there will be standing on the hall of fame and the world gonna known their  name. Dan yang bisa dilakukan seorang manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya. Menjadi seseorang yang  selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun, dan setiap manusia nggak perlu bukti apakah mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya perlu mempercayainya.
            Kesimpulan dari kegiatan ini : saya sebagai relawan fotografer, saya belajar banyak dan mendapat inspirasi dari adik-adik semua. Saya percaya, bahwa harapan untuk bangsa ini aka nada, melihat dari semangat yang ditunjukkan adik-adik. Mari kita sama-sama bekerja keras dan berjuang untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita yang belum terwujud.

By : Hafni Khairunnisa
Relawan Fotografer
Rombel 5, SDN Sukomoro 2,
KI Magetan #2

30 Maret 2015

Senin, 05 Mei 2014

“REFRAIN : SAAT CINTA SELALU PULANG” Dari sudut pandang seorang Hafni


Yogyakarta, 04 Mei 2014

     Tiga tahun berlalu sejak terakhir kali saya menyempatkan diri membaca Teen-Lite… yapz tiga tahun berlalu sejak terakir kali baca Dealova dan memutuskan untuk tidak lagi baca teenlite. Tiga tahun berlalu, efek penasaran dengan amplop biru bertuliskan kalimat “its always been you” yang terdapat dalam novel ini, saya akhirnya memutuskan untuk memasukkan “Refrain : Saat Cinta Selalu Pulang” sebagai salah satu koleksi saya. Refrain pun menjadi novel kedua yang saya baca ketiga di tahun 2014 setelah : 99 cahaya di langit Eropa (Januari 2014) dan Daun yang Jatuh tak pernah menyalhkan angin (Maret 2014)…..3 buku dalam 4 bulan.. so bad.
     Setelah sesorean muter-muter empat took buku di Yogyakarta (ngarepnya c bisa dapat diskonan, tapi apa daya, dapat ni novel di toko buku dengan harga normal). Kurang lebih 2 hari ngelarin novel ini, hwehehehehe.... bukan karena apa tapi harus berbagi dengan aktivitas harian.
     Dari segi cerita simple memang, tentang dua orang (Niki dan Nata) yang bersahabat sejak kecil, tetapi ternyata Nata mempunyai perasaan lebih ke Niki dan akirnya muncullah konflik kecanggungan di antara dua orang sahabat ini, dan bagaimana bahwa Niki menyadari bahwa dia juga sayang ke Nata setelah sekian lama. Cinta pada akhirnya selalu pulang. Nata dan Niki memenuhi cita-cita mereka dan menyadari bahwa setelah sekian lama, cinta dan rasa itu tidak berubah dan bagaimanapun cinta akan kembali pulang.
     Tetapi ini lebih dari cerita cinta, ada cita-cinta, mimpi, fotografi dan hubungan anak dan ibu.dan bagaimana bahwa hati seorang manusia itu memang tidak mudah ditebak, hati manusia no one knows.
     Tokoh yang paling menarik justru annalise, seseorang yang berdiri di tengah-tengah Niki dan Nata. Menyadari bahwa Nata hanya memandang ke arah Niki. Dan dia pun dalam waktu yang agak lama, hanya memandang kearah Nata. Bagaimanapun tidak mudah berdiri di posisi anna. Walau pada akhirnya anna harus melepas Nata karena dia sadar Nata hanya akan bahagia di sisi Niki. Bagaimana melepas dan bertahan dari sisi seorang anna.. keikhlasannya dan bagaimana dengan ikhlas one day dia bakal dapat seseorang yang lebih baik #curcol.
     Meski tokoh utama Niki-Nata, tetapi tokoh Anna dengan segala lika-likunya hidup berhasil merebut hati saya. Yeah Anna, seperti melihat diri sendiri dari tokoh Anna. Bagaimana Ann bersikap, bagaimana Anna mempertahankan apa yang penting dan dia sayangi yaitu mamanya (baca part ini langsung homesick dan pengen pulang). Bagaimana Anna memandang fotografi dari sisi lain, bukan landcape, bukan arsitektur, tapi Photography last for a lifetime. Di dalam novel ini juga ada mimpi, cita-cinta, bagaimana bahwa cita dan cinta berjalan, walau terkadang cita harus mengalahkan cinta tetapi cinta akan selalu pulang (case : niki dan nata bahwa waktu tidak mengubaha perasaan mereka)
     Meskipun simple, tapi tetap saya akui bahwa novel karya Winna Efendi ini memiliki keunggulan. Winna Efenfi sendiri telah melahirkan karya yang kebanyakan teenlite dan mengambil setting masa-masa SMA… #High_School_Never_End J seperti Ai, Remember When, dll.
     Keunggulan dari Refrain sendiri menurut saya :
  1.  Amplop Biru bertuliskan “its always been You”. Satu kalimat singkat tapi dalam, yang membuat saya penasaran dengan novel ini. 
  2. Novel yang mudah dibaca, difahami, dan menghibur.
  3. Alur yang digunakan dalam bersecrita, memakai sudut pandang dari tokoh-tokoh pelaku.. so kita bakal dapat dengan mudah memahami bagaimana perasaan masing-masing tokoh.
  4. Ending yang adil dan bagus, happy ending tetep yak,, tapi di dunia nyata apakah aka nada happy ending seperti itu.. jujur saya berharap aka nada happy ending, seperti Anna yang dengan kerelaan melepas Nata pada akhirnya dia bersama Danny kan #lagi_lagi_curcol.. ngarep happy ending juga ni :p
  5.   Dan quotation nya… keren… seperti :
    ·      When You take a photograph of someone, you take a portrait of their soul (Annalise, P.33)
    ·      Konsep Fotografi : seakan-akan momen yang ditangkap lensa akan tetap disana untuk selamanya, dan mereka memang tetap ada, bahkan saat dunia berputar dan berubah, kenangan yang tercetak pada lembaran foto itu tidak pernah berubah. Photographs last for a lifetime (baca kutipan ini dan hal pertama yang terlintas adalah orang tua dan masa kecil q… miss this moment).
    ·      Manusia akan menua, tempat bisa berubah, kita bisa melupakan, Karena itulah kamera digunakan, untuk merekam hal-hal yang tidak dapat diingat manusia dengan sempurna (motivasi buat beli kamera ni, karena dengan kamera kita akan selalu menangkap momen yang hanya terjadi one moment in a time)
    ·      Nggak banyak orang yang seratus persen yakin sama diri mereka sendiri. Justru orang-orang yang serius mikirin itulah yang benar-benar dewasa (Nata, P.217)
    ·      Gak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankanyya (Claudia, P.244) => bagaimanapun mempertahankan sebuah hubungan persahabatan tu emang ga gampang, trust me.
    ·      Kita nggak bisa memaksakan perasaan seseorang untuk menyukai kita. Yang bisa kita lakukan Cuma merelakan, berharap supaya dia bahagia (Niki, P.282) => Hati itu dipilih bukan memilih kan, kita gak bisa memaksa orang untuk suka ma kita, dan kita gak bisa memaksa hati kita buat suka ke orang. Ngena banget ni quote
    ·      Ada tiga jenis orang di dunia ini : Orang yang memiliki mimpi lalu memilih untuk mengejarnya sampai dapat; orang yang memiliki mimpi, tapi tidak melakukan apa-apa untuk menjadikannya nyata; dan orang yang sama sekali tidak mempunyai mimpi (Danny P.299) => punya mimpi tapi gak ngapa-ngapain, parah banget aku… tapi its never too kate rebranding your dream and got it.. there’s a second chance.
o

Kamis, 02 Januari 2014

KEEP ON YOUR FAITH !!!!


Impian itu adalah ketika kita mencoba meraih sesuatu yang sangat mustahil untuk kita capai dengan keadaan kita sekarang. Cerita ini adalah tentang impian, tentang perjuangan dan tentang keyakinan untuk mampu mencapai tingkatan tertentu.
Biru adalah seorang manusia yang penuh dengan mimpi. Mimpi-mimpi yang kata orang lain adalah mustahil untuk dia capai dan banyak cibiran dari orang lain yang mengatakan bahwa impian biru adalah sesuatu omong kosong belaka. Yaa, bagaimanapun biru percaya, bahwa mimpi, impian adalah sesuatu yang bisa setiap manusia miliki, kalau mimpi pun tidak punya, maka akan bagaimana hidupnya.
            Impian biru adalah menjadi sutradara, sedari kecil biru sangat tetarik dengan film. Dari kecil biru sangat suka mengamanti film, dan berfikir akan sangat hebat jika pada suatu hari dia mampu mendirect sebuah film yang hebat dan dia akan punya karya masterpiece pada suatu hari.
Untuk mencapai apa yang biru citakan, pendidikan adalah jalan utama untuk menuju cita-cita biru tersebut. Sedari SD, biru adalah seorang siswa yang cerdas, bahkan ketika SMA, biru selalu masuk 10 besar. Ujian datang, ketika biru lulus dari bangku SMA dan niatnya untuk melanjutkan ke bangku perguruan tinggi terkendala oleh masalah finansial. Latar belakang keluarga biru bukanlah berasal dari keluarga berada. Ayah biru bekerja swasta dan dengan penghasilan yang pas-pasan. Dari awal ketika biru menyampaikan niatnya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, banyak cibiran dari orang-orang sekitar bahkan lingkungan keluarga besar. Bukannya mendorong untuk terus maju, mereka malah mengintimidasi biru dan mengatakan hal-hal yang negatif tentang keputusan biru untuk lanjut kuliah. Apa daya, tahun itu memang belum rejeki biru untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Biru dinyatakan tidak lolos SPMB. Ya, mungkin itulah cara Allah SWT, Allah selalu memberikan apa yang hambanya butuhkan bukan apa yang hambanya inginkan dan biru percaya bahwa akan nada hikmah dari setiap kejadian.

Selasa, 07 September 2010

Antara cita, Harapan dan Realita

Ketika masih di bangku sekolah dasar, pastilah muncul pertanyaan “apa cita-cita kalian?” dan ketika masih SD ketika ditanya tentang cita-cita, maka jawaban yang muncul adalah Pramugari. 
Alasan yang simple menjadi seorang pramugari adalah karena pramugari tidak pernah stuck di satu tempat, mereka selalu move dari satu tempat ke tempat lain. Dengan menjadi seorang pramugari maka aku bisa keliling dunia.
Selang waktu berganti, dari teman ayah ku mendengar statement, “jika menjadi pramugari terus pesawat nya jatuh gimana, apa nggak kasihan ma ayah dan ibu?” terfikirkan pernyataan itu, maka cita-cita menjadi pramugari pun mundur teratur hanya karena takut jika pesawat jatuh dan aku meninggal karena itu, ha,, ha, ha, anak kecil sekali. 
Beberapa saat kemudian, masih di bangku sekolah dasar, mendapat cita-cita yang tak kalah keren dan menarik yaitu staf KBRI di luar negeri.

SKRIPSI-SKRIPSHIT dan SKRIPSWEET ^^

05 Juli 2010, ketika sebuah karya yang bernama skripsi pun selesai juga.
Sebuah karya tulis yang dimulai dari Oktober 2009 finish juga pada Juli 2010. 
Perjuangan panjang selama 9 bulan dari mulai maju judul, ngurus surat skripsi, ngerjain, pendadaran dan akhirnya revisi. 
Masih teringat pada Agustus 2009, ketika satu kata bernama SKRIPSI mulai menghantui kehidupanku.